Mengenal Sistem Keamanan Pada Mobil Fortuner

All New Fortuner belum lama dirilis oleh PT Toyota Astra Motor (TAM) pada akhir Januari 2016, lalu. Tak hanya dibekali teknologi terkini dan mesin berperforma, All New Fortuner juga dibekali sistem keamanan dan keselamatan yang mumpuni. Apa Saja?

Semua tipe All New Fortuner dibekali dengan sistem pengereman ABS dan EBD. Sistem ABS berfungsi untuk mencegah terjadinya roda terkunci ketika rem digunakan secara kuat atau ketika melakukan pengereman di atas permukaan licin. Sedangkan sistem EBD membantu kontrol dari sistem ABS untuk mengontrol distribusi tenaga sesuai kondisi kendaraan.

Fitur keselamatan lainnya yang ada pada semua varian All New Fortuner, yaitu ISOFIX yang merupakan penyempurnaan pada sabuk pengaman. Fitur ini sendiri merupakan singkatan dari International Standart Organisation FIX.

Tak sampai di situ, All New Fortuner juga dibekali dengan fitur keselamatan SRS Airbag untuk di semua varian. Untuk tipe VRZ 4×4, dibekali dengan SRS Airbag terlengkap yang tertanam yang meliputi bagian steering wheels, dashboard, jok, dan pilar jendela.

All New Fortuner dibekali dengan Vehicle Stablity Control (VSC). Sistem ini bekerja dengan sebagai sistem pengereman otomatis pada bagian roda tertentuk ketika diperlukan. Selain itu, VSC juga mengurangi aliran tenaga pada mesin untuk membantu mengarahkan mobil tetap dijalur yang diinginkan pengemudi. VSC sangat berguna ketika melibas medan licin yang berpotensi terjadinyaundersteer dan oversteer.

Ini Penyebab AC Mobil Tidak Dingin

Setiap pemilik mobil pasti pernah merasakan ac yang ada pada mobil tidak terasa dingin. Padahal dengan adanya AC, pemilik berharap dapat merasakan kesejukan sehingga nyaman ketika mengendarai mobil.

Meskipun AC mobil dalam kondisi menyala, kadang AC mobil tidak terasa dingin dan cenderung hanya mengeluarkan angin saja.

Dilansir dari beberapa situs, kejadian AC mobil tidak dingin atau cenderung hanya mengeluarkan angin bisa disebabkan oleh banyak hal. Berikut faktor-faktor penyebab AC Mobil Tidak Dingin:

1. Freon atau Refrigerant sudah habis
Jika terjadi kebocoran pada sambungan pipa atau selang, freon bisa saja habis atau berkurang. Sambungan tersebut bocor bisa jadi disebabkan sudah aus atau usia pakainya sudah terlalu tua. Freon bisa jadi bocor karena adanya kerusakan pada bagian yg disebut relief valve kompresor. Semua kerusakan tersebut bisa saja membuat freon atau refrigrant menjadi habis sehingga AC Mobil tidak terasa dingin.

2. Pada Kondensor terdapat kotoran
Kondensor berfungsi untuk membuang panas yang dilepaskan kompresor. Jangan sampai kondensor kotor. Karena jika pada kondensor terdapat kotoran bisa mengakibatkan AC Mobil tidak dingin saat siang hari.

Oleh karena itu, kondensor harus rutin dibersihkan agar kotoran tidak menumpuk atau timbul karat. Proses pembuangan panas dari kompresor tidak akan sempurna jika kondensor kotor dan menyebabkan AC Mobil tidak dingin.

3. Motor pada Extra Fan Mati
Jika anda mengalami AC Mobil Tidak Dingin, coba periksa bagian extra fan. Bagian extra fan ini terletak di depan kondensor. Coba cek apakah extra fan ini berputar atau tidak. Jika fan tidak berputar, berarti inilah penyebab AC Mobil tidak Dingin.

Extra Fan yang rusak atau tidak berputar mempengaruhi kondensasi menjadi tidak berjalan. Pada proses kondensasi ini seharusnya suhu di dalam kondensor turun. Kalau extra fan mati atau tidak berputar, otomatis penurunan suhu tersebut juga tidak berjalan. Akhirnya suhu pada kabin mobil juga menjadi panas.

4. Kerusakan Kompresor
Jika kompresor mengalami aus atau kerusakan, akan ada sebuah tanda sight glass berwarna hitam. Tanda ini mengindikasikan bahwa receiver dyer atau expansion valve yang terjadi terhambat oleh kotoran. Jika AC Mobil tidak dingin saat siang hari atau anda melihat sight glass berwarna hitam, segera ganti kompressor mobil Anda.

Itu tadi beberapa penyebab AC Mobil tidak dingin. Masih ada beberapa faktor atau penyebab lainnya. Semoga tips di atas dapat membantu anda merawat ac mobil.

Tips Mengendari Kendaraan Dalam Cuaca Hujan

Beberapa hari ini curah hujan di Jakarta dan sekitarnya semakin tinggi saja. Hampir setiap hari selalu diguyur hujan mengakibatkan terhambatnya kegiatan sehari-hari.

Intensitas hujan yang cukup tinggi ini membuat para pengendara disarankan untuk lebih berkonsentrasi ketika mengendari kendaraannya serta meningkatkan kewaspadaannya. Kondisi jalan yang basah dan cenderung licin dapat membahayakan diri sendiri dan orang lain kapan saja.

Guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan NTMC Polri pun memberikan beberapa tips berkendara di musim hujan:

1. Tetaplah waspada dan perhatikan kondisi kelengkapan kendaraanmu. Saat kondisi jalan sudah minim cahaya dan berkabut, nyalakan lampu utama untuk membantu penglihatan. Jika kendaraanmu sudah dilengkapi dengan lampu kabut, gunakan saja lampu jenis ini. Sebaiknya jangan menggunakan lampu hazard dalam kondisi seperti ini, kecuali mobilmu dalam kondisi yang kurang baik dan berpotensi menjadi hambatan bagi pengendara lain.

2. Cek tekanan angin serta alur ban. Tekanan ban yang terlalu keras akan mengurangi daya cengkram terhadap jalanan. Kurangnya tekanan ban akan mengakibatkan mobil mudah selip di jalan yang basah.

3. Hindari penggunaan sistem cruise control. Karena hal ini dapat mempercepat atau memperlambat kendaraan untuk tetap dalam kecapatan yg sudah ditentukan. Di jalanan yang basah, ban akan kehilangan cengkramannya. Roda akan secara alami mulai melambat samapi perubahannya sesuai dengan kecepatan kendaraan saat titik cengkeramannya dikembalikan.

4. Aturlah jarak aman pengereman. Serta perlambat kendaraan saat akan melintasi genangan air, tujuannya adalah mengurangi resiko selip karena genangan air (aquaplaning). Aquaplaning dapat terjadi ketika tapak dalam ban tidak lagi menyalurkan air dari permukaan jalan yang akibatnya ban sedikit mengambang pada lapisan air dan beresiko tergelincir.

5. Jika akan melewati jalan yang sudah tergenang banjir, cek terlebih dahulu kedalamannya. Usahakan jangan melintasi jalan jika genangan sudah lebih dari setengah ban. Jika memang terpaksa harus melewati, arahkan ke bagian tertinggi jalan atau bagian titik paling dangkal.

Gunakan kecepatan yang rendah karena jika air masuk menembus filter udara, perbaikan untuk kendaraanmu akan membutuhkan biaya lumayan mahal.

Jangan Gunakan Sistem Hiburan di Mobil Sembarangan!

Belakangan ini, semakin banyak pabrikan mobil yang ingin memberikan hiburan bagi pengendaranya. Sistem infotainment atau hiburan di dalam mobil pun semakin hari makin berkembang.

Awalnya hiburan yang diberikan di dalam mobil hanya berupa radio. Tapi saat ini sistem hiburan tersebut makin berkembang dengan cukup signifikan. Bahkan sekarang pengendara dapat mengetahui iklim, mengangkat telepon bahkan sistem penunjuk jalan atau GPS.

Banyaknya informasi yang diberikan dari sistem hiburan tersebut kadang justru membuat bingung pengendara. Misalnya ketika kita menggunakan sistem navigasi penunjuk jalan, tiba-tiba telepon berdering dan saat itu pengendara sedang berada di perempatan. Alhasil pengendara akan bingung harus melanjutkan perjalanan ke arah mana. Dengan adanya dua sistem yang berbunyi tersebut, bisa saja kita menjadi tidak fokus dengan sekitar. Misalnya saat itu tiba-tiba ada pengendara sepeda yang melintas. Tentu saja itu membahayakan bukan saja pengendara, tapi sekitar.

Sebenarnya fitur-fitur tersebut sedikit membuat para produsen mengalami dilema. Di satu sisi pasti mereka ingin membuat mobil paling aman dan bisa tetap membantu pengendara, karena jika sesuai aturan hukum, pengendara tidak boleh mengangkat telepon saat mengemudi. Oleh karena itu, dibuatlah fitur pengangkat telepon di sistem hiburan agar pengendara tetap fokus dalam mengemudi tapi tetap bisa mengangkat telepon juga.

Dilansir dari autoevolution di detikoto, asosiasi perusahaan mobil Amerika untuk keselamatan lalu lintas pernah mengadakan penelitian bersama University of Utah mengenai fitur-fitur modern yang ada pada 30 mobil yang keluar di tahun 2017. Sesuai perkiraan, mereka menyimpulkan bahwa fitur-fitur tersebut tidak aman bagi pengendara.

Misalnya saja pada fitur navigasi. Fitur ini dinilai menjadi yang tersulit digunakan saat berkendara. Walapun fitur ini sebenarnya sudah ada sejak lama, tapi hingga saat ini pabrikan mobil belum menemukan solusi tepat untuk pengaturan navigasi. Setidaknya pengendara membutuhkan waktu rata-rata 40 detik untuk melakukan pengaturan dan memasukan alamat yang tepat. Sedangkan ketika kita berkendara, 40 detik itu sangat berbahaya karena harus membagi konsentrasi antara jalan dan layar navigasi.

Dari 30 mobil yang diujicoba, ada tujuh model mobil saat ini yang hanya membutuhkan sedikit perhatian saat mengatur navigasi di mobil. Tujuh mobil tersebut adalah Chevrolet Equinox, Ford F-250, Lincoln MCK, Toyota Camry, Hyundai Santa Fe Sport, Toyota Corolla dan Toyota Sienna.

Meskipun menggunakan navigasi sah-sah saja, akan tetapi kita harus tetap mengingatkan diri bahwa kita sedang berkendara. Oleh karena itu, keamanan pribadi dan sekitar tetap jadi fokus utama kita.